Sinduputra

518123447_23995201510129621_652218215492043348_n

CERITA NELAYAN PANTAI UTARA

malam, sebelum pasang purnama
ceritakan kembali, kisah nelayan pantai utara dan istrinya
nelayan yang menangkap seekor ikan, yang ternyata
seorang pangeran yang tersihir. nelayan membebaskannya
hanya istrinya menuntut, ikan itu, memberikan imbalan
sebagai syarat kebebasannya. ikan menyetujui
dan air laut bergejolak, setiap kali permintaan itu di luluskan……

kini, apakah laut akan bergejolak!
jika laut di pagar
jika hutan terumbu karang ditambang
pesisir akan jadi wilayah usiran
siapakah kini, yang akan menjadi juru kunci
siapakah yang menjadi penjaga pintu mata air
siapakah pemberi sedekah
burung laut tak lagi sebagai pengarah
perahu mayang menempuh pacu jalur

jika laut di pagar, hutan terumbu karang ditambang
siapa lagi yang bercerita tentang pasang surut
bulan purnama, arah rasi bintang, laut yang dingin
laut yang malam, dan memahami musim ikan,
hanya kapal-kapal raksasa asing
yang panen di habitat ikan pantai utara

2025

Sinduputra , *Lahir di Sanur Bali, dan kini bermukim di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Belajar menulis sejak dari SMP. Puisi pertamanya dimuat di ruang Pawai Sajak Tersebar Bali Post Minggu, yang diasuh Umbu Landu Paranggi, tahun 1982. Puisi-puisinya kemudian dimuat media cetak daerah dan nasional serta di majalah dan jurnal sastra, juga di media online. Mengikuti kegiatan sastra : Temu Sastra Mitra Praja Utama, Winternachten Overseas, Festival Kebudayaan Jogjakarta, Festival Seni Surabaya, Toyabungkah Literary Festival. Buku puisinya yang telah terbit : Dongeng Anjing Api (Buku Arti, 2008), Segara Anak (Pustaka Ekspresi, 2011), Biografi Burung (Pustaka Ekspresi, 2013), Burung Origami (Kekata Publisher, 2017), Di Lombok Aku Dapatkan Puisi (Akar Indonesia, 2018), buku puisi terbaik Lumbung Sastrawan Indonesia tahun 2024. Buku Puisi Rumah © 19 (Pustaka Ekspresi, 2023)
*