Sthiraprana Duarsa
517752240_23945242311792208_4378837310531789074_n
Pantura

Takdirmu, pantura
Pantai yang diperebutkan
Pelabuhan,
Pagar laut,
Dan debur ombak
Nelayan diam merapat di pesisir
Menghitung pasir
Yang merampas sukacitamu
Dimanakah nantinya perahu merapat
Kesedihan merambat lewat rantai jangkar
Yang letih tertambat di dasar laut
Hari-hari kosong
Pikiran meleleh di bawah terik musim panas
Kini, tempat berlayar kian berkurang
Dipenuhi kalimat-kalimat penghiburan
yang tak dimengerti
Kejahatan seringkali membingungkan
Karena bagi orang lain bisa saja menjadi kebaikan
Tapi bagi yang kalah, ia adalah maut
Dan laut pun sepi
Seperti kehilangan ingatan
Pada siapa teman bermain sepanjang hari
Ikan-ikan terbang
meninggalkan kelam

Sthiraprana Duarsa ( Ary Duarsa ) penyair kelahiran Denpasar yang menetap di Denpasar.Memasuki fakultas kedokteran Udayana, dan menyelesaikan Pasca sarjananya di Unuversitas Pendidikan Nasional Denpasar. Menyukai puisi, menulis antologi tunggal dan mengisi di beberapa antologi Bersama. Autobiografi Kejahatan, Masuk Nominasi Buku Sastra Nasional 2024 versi Lumbung Puisi. Dan terpilih menjadi Buku sastra Nasional.