Rg Bagus Warsono

Diantara Dua Kapal Kayu
Aku yang terhimpit lambungmu
Tubuhku kecil dicabik-cabik kipas raksasa
Kail hilang bersama debur dan asap sulzer
Yang tak dapat kubeli 20 tahun berlayar.
Pada dua kapal kayu yang hampir menumbuk perahuku kecil
Ada ikan melompat masuk ke keranjangku
Ikan baik atau kapalmu baik.
Lalu dua kapal kayu itu meninggalkan gelombang
Pergi ke Raja Ampat laut kebun tuna.
Dan kini air laut menjadi hitam
Dan ikan ikan kecil terapung sekarat.
Karangsong 19 Juli 2025
Rg Bagus Warsono

Hari Laut Lelah
Melayani pagi ketemu pagi
Menu yang tiada henti
Jalan maha luas
Mengawal pulang nelayan penuh ikan
Laut hari ini Lelah
Dan nelayan menepi di muara sungai
Menukar keringat dengan kopi dan Sebungkus rokok
Menukar teriak dengan menatap anak-anak
Begitu perahu perahu mengerti
Sahabatnya di sana
Dan perahu-perahu menambatkan talinya di tiang rumah mereka
Menunggu Isyarat
Laut tak lagi lelah.
( 17-06-24)
Rg Bagus Warsono, *nama lainnya Agus Warsono lahir di Tegal 29 Agustus 1965. Ia dibesarkan dalam keluarga pendidik yang dekat dengan lingkungan buku dan membaca. Ayahnya bernama Rg Yoesoef Soegiono seorang guru di Tegal, Jawa Tengah. Rg Bagus warsono menikah dengan Rofiah Ross pada bulan Desember 1993. Dari pernikahan itu ia dikaruniai 2 orang anak. Ia mulai sekolah dasarnya di SDN Sindang II Indramayu dan tamat 1979, masuk SMP III Indramayu tamat tahun 1982, melanjutkan di SPGN Indramayu dan tamat 1985. Lalu ia melanjutkan kuliah di D2 UT UPBBJJ Bandung dan tamat tahun 1998, Kemudian kuliah di STAI di Salahuddin Jakarta dan tamat 2014 , pada tahun 2011 tamat S2 di STIA Jakarta. Setelah tamat SPG, Rg Bagus Warsono menjadi guru sekolah dasar, kemudian pada tahun 2004 kepala sekolah dasar, dan kemudioan 2015 pengawas sekolah.. Tahun 1992 menjadi koresponden di beberapa media pendidikan seperti Gentra Pramuka, Mingguan Pelajar dan rakyat Post. Pada 1999 mendirikan Himpunan Masyarakat Gemar Membaca di Indramayu. Menjadi anggota PWI Jawa Barat. Rg Bagus Warsomo juga menulis di berbagai surat kabar regional dan nasional seperti PR Edisi Cirebon, Pikiran rakyat, Suara karya dan berbagai majalah pendidikan regional maupun nasional.
Karya Puisi: 1. Bunyikan Aksara Hatimu, Sibuku Media , Jogyakarta 2013 ; 2. Jakarta Tak Mau Pindah, Idie Publising, Jakarta 2013; 3. Jangan Jadi sastrawan, Indie Publising, Jakarta 2013; 4. Si Bung , Leutikaprio, Jogyakarta , 2014; 5. Mas Karebet, Sibuku Media, Jogyakarta, 2014; 6. Satu Keranjang Ikan, Sibuku Media, Jogyakarta, 2015; 7. Surau Kampung Gelatik, Sibuku Media, Jogyakarta, 2016; 8. Mencari Ikan sampai Papua, 8 Penyair, Penebar ; Pustaka, Jogyakarta.,2018.; 9.Ngiris Pulau Jawa; 10. Endas Manyung (Geguritan).
Karya Buku: 1. Bincang-bincang Penyair , Penebar Pustaka, 2018; 2. Geliat Penyair Indonesia, Penerbar Pustaka, 2018; 3. Setyasastra Nagari; 4. Mengenal Puisi Penyair Indonesia, Hyang Pustaka 2023; 5. Sastratama , Hyang Pustaka 2023; 6. 100 Chairil Anwar Masa Kini, Hyang Pustaka 2023; Karya Cerita Anak: 1. Kopral Dali, Sibuku Media, Jogyakarta 2014; 2. Meriam Beroda, Sibuku Media Jogyakarta 2015; 3. Pertempuran Heroik di Ciwatu, Jogyakarta 2016; 4. Kacung Ikut Gerilya; Penghargaan: Penulis Cerita Anak, Depdikbud 2004
*