/ puisi

YANG TAK MENGENAL TUNGGU ,Hadijah Karim

YANG TAK MENGENAL TUNGGU

(Hadijah Karim)

Pertemuan pertama kita lewat begitu saja
tiada yang berarti
tiada saling menyapa
tundukkan kepala
pipi semu merah.
Bila tak bertemu
ingin melihatnya kembali
rasa yang aduh
gugup tak karuan
Bunga-bunga cinta.
Tanpa berkenalan kamu mengirim surat padaku
tertulis lewat sebuah buku
tanpa kubuka dan kubaca
kusimpan di bangku kelas
deg-degan yang ah, mengalahi rasaku.
Hari berlalu surat terlupakan
teman sebangku bilang ada yang love padanya
lewat sebuah buku
rasaku jatu bertubi- tubi
menggelinding hingga ke sudut meja
Surat yang terlupakan jadi bara penyesalan.
Mantan,
Kali ini tetiba kamu singgah di belahan rasa
mengapa tak mengenal tunggu dan pergi saja
karena sementara kini aku harus mengaso pada cinta yang sesungguhnya
pada rumah yang rinduku.
Sumbawa, 160124
d'etzhaHk