Yohanes Moeljadi Pranata
ROK
Rok mereka
hanya sebatas lutut.
Tapi komentar orang-orang
melewati batas.
Anak-anak perempuan itu
datang ke sekolah membawa buku,
sedang sebagian orang dewasa
datang membawa penghakiman.
Moral dipidatokan
seolah bisa diukur
dengan meteran kain.
Lucu sekali -
rok siswi lebih dipermasalahkan
daripada cara pandang
yang telanjang.
Mereka sibuk menyuruh perempuan menutup tubuh,
tapi gagal menutup pikirannya sendiri
yang kotor saat melihat perempuan.
Dan setiap kali ada yang berkata,
“itu demi moral,”
sering kali yang terdengar hanyalah
ketakutan pada perempuan
yang mulai berani menjadi dirinya sendiri.
YMP
*Blessings, 080526 *