Y. P. B. Wiratmoko
SINGGAH DI RUMAH LAUTMU

sekali lagi Laut Jawa mencegah langkahku membukakan
pintu rumahnya menyiapkan masuk dalam kamar
asin garamnya dan ketika itu kapal-kapal
masih enggan untuk melabuh
nyanyian karang di pantai nan landai belum usai
menadah airmata pilu bukan dari tungku
terik matahari kecuali pedih perih oleh silet industri
yang limbahnya ngalir ke situ
"penyairku", katanya, "serukan luka dukaku
dari dasar nan landai tempat aku menampung berat
beban mereka dan menyatu dalam jasad nan syarat
dengan impian hari cerlang
ketika langit masih setia menyambung awan
airmatanya pecah berbaris-baris menuju alir
rindunya terus memanggil tuk mandi bersama
di bawah matahari
ia tunjukkan pula padaku badan-badan perahu
dengan muatan tubuh-tubuh kekar pukat dan jaring
yang tiada henti terlempar dan ditarik perlahan
menuju lambung-lambung perahu
keringat bercucuran genggaman mimpi
anak-anak zaman tak henti-hentinya meneriakkan
semangat baja jika malam ditemani bulan
dan gugusan bintang-bintang
lambaian dedaun nyiur tepi pantai nyapa ramah
setiap pelaut yang rindu rumah, anak dan istri mereka
rajin tiap malam melantun doa
bagi keselamatan pahlawan mereka
kembali tuk yang kesekian kalinya Laut Jawa
terbuka bagi jantung hatiku
mesti bergetaran itu belum lagi beranjak pergi
pesannya menggores hati
"cintai aku, sayangi aku"

Ngawi, 30 Maret 1986

*Y.P.B.Wiratmoko, pensiunan guru tinggal di Ngawi, Jawa Timur, telah menulis 200 + judul buku di berbagai disiplin bidang ilmu termasuk sastra dan filsafat. Buku-bukunya dibeli oleh Perpusnas dan beredar luas di sekolah-sekolah dan perpus desa di seluruh Indonesia.
*