Pensil Kajoe

MESIN TIK DAN KOPI TANPA GULA

Di sudut ruangan yang nyaris sunyi
jari-jari masih terlalu gamang mengeja kata-kata
di orde pager gedek punya telinga
kertas putih menatap getir
huruf-huruf berbaris seperti prajurit yang tak pernah pulang
mengetuk nasib di antara tinta dan kenangan
kopi tanpa gula mendingin di sisi
menyisakan pahit yang justru menghidupkan pagi
karena manis sudah lama ditarik dari peredaran
setiap ketukan mesin tik
adalah doa yang tak jadi khotbah
jerit kecil dari kepala yang penuh sensor dan asap
di luar jendela
matahari menyalin berita tentang bangsa yang gemar lupa
sementara di dalam dada
ada puisi yang ditahan agar tak disebut makar
tapi aku tetap menulis
meski huruf-hurufnya berjalan pincang
meski setiap kata bisa jadi dakwaan
sebab ada yang lebih getir dari kopi tanpa gula:
menjadi penyair di negeri yang takut pada kejujuran.

Tumiyang, 29 Oktober 2025

Pensil Kajoe, lahir dan dibesarkan di Banyumas, 27 Januari. Tulisannya sudah banyak tersebar di media cetak dan daring, baik cerpen, cerkak puisi, geguritan, esai, cernak dan telah membukukan tulisannya menjadi buku tunggal dan bersama. Pernah menjadi kolomnis di dua majalah berbahasa Jawa di Yogyakarta dan mendapat anugerah penyair sastratama dari Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.