Wirja Taufan

Suatu Siang Di Taman Budaya Medan (TBM), 1980
(bagi: Mihar Harahap almarhum)

Kenangan meremas kata-kata
Mengapung di segelas kopi
Di bawah matahari dan hujan
Siang ini, aku sendiri di TBM, yang
tak seperti dulu, di masa 1980an
Aku memesan segelas kopi tanpa obrolan
Sebuah buku antologi puisi kita bergetar di tanganku
Jejak-jejak mengatakàn padaku tentang kita
Menenggelamkan kerinduanku di tempat kosong
43 tahun sudah, jam tangan membusuk
Dan aku masih tanah, masih laut yang
bergelombang dalam darahku
(Mataku masih menyimpan kenangan siang itu: anak-anak SMP, SMA dan sebagian mahasiswa mengerumuni kita di salah satu lorong TBM itu. Begitu antusias mereka bertanya tentang puisi, cerpen, dan juga proses kreatif kita menulis. Dan saat itu kita merasa seperti artis saja, karena di akhir pertemuan itu mereka meminta tanda tangan kita di buku catatan mereka)
Har, siang ini hari memeluk kalender
Sembunyi di kuburmu
Lorong-lorong TBM menunggumu dalam
kesepiannya
Entah sampai kapan
Aku hanya membaca puisimu dalam mimpi
Kenangan ini selalu menyalakan ingatanku
Siang menyeberangi detak jantungku
Tak ada yang bisa melenyapkan jejak kaki kita
Dan gema selalu meneriakkan namamu
Medan, 2025

*WIRJA TAUFAN, tercatat dalam buku LEKSIKON SUSASTRA INDONESIA oleh Korrie Layun Rampan (Balai Pustaka, 2000), APA DAN SIAPA PENYAIR INDONESIA (Hari Puisi Indonesia, 2017 dan 2018), JEJAK KREATIF 100 SENIMAN SASTRAWAN SUMATERA UTARA (Fosad, Mei 2018) dan dalam buku SETYASASTRA NAGARI 30 TAHUN KESETIAAN SASTRA INDONESIA (115 Penyair Penerima Sebutan Setyasastra Nagari, Lumbung Puisi, 2021). Lahir di Medan, Sumatera Utara, 15 September 1961, dengan nama SURYADI FIRDAUS.
Mulai menulis puisi sejak 1980 di berbagai surat kabar lokal dan nasional, majalah sastra Horison Jakarta, dan dalam blog website International Writer Assosation (IWA) Bogdani dan International Forum for Creativity and Honored (IFCH) dalam terjemahan bahasa Inggris. EPISODE MIMPI adalah buku kumpulan puisi pertamanya yang diterbitkan Taman Budaya Medan (TBM, 1986) dalam bentuk stensilan untuk acara Pembacaan dan Diskusi Puisinya tahun 1986 di Taman Budaya Medan (TBM). Antologi Puisi terbarunya adalah BUNGA, KUPU-KUPU, MIMPI dan KERINDUAN (Imaji Indonesia, 2020). Tahun 1984 menerima penghargaan HADIAH KREATIFITAS SASTRA BIDANG PUISI dari Dewan Kesenian Medan (DKM). Juli 2023, dalam rangka ulang tahun kotamadya Medan, menerima ANUGERAH SENI UNTUK KATAGORI SASTRA dari Pemerintah Kotamadya Medan.
Juli 2025, menerima BANTUAN FASILITASI dan PENERIMA BANTUAN APRESIASI dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk Pelaku /Pegiat Sastra Yang Berkiprah Selama 40 Tahun atau Lebih.
*