Sartikah
CINTA PADA SEPOTONG ROTI

Dipojok kantin sekolahku
ada rindu yang hampir membeku
karena semua telah berlalu
dan aku hanya terpekur lelu
memandangi setiap sudut kantin sekolah yang membisu

Secangkir es teh terhidang
dahaga pun menghilang
namun mataku masih menyapu seluruh ruang
karena ada sesuatu yang hilang
dan membuatku menjadi bimbang

Detik demi detik berlalu begitu lama
untuk sebuah penantian yang purba
mengenang pada pandangan pertama
dan kau suguhkan cinta
pada sepotong roti kau simpan rasa
dan aku pun jatuh cinta

Garut, 191025

Sartikah kelahiran bulan Desember di kota Bandung
Mencintai sastra sejak sekolah sampai sekarang
menjadi penikmat puisi memang asik.
menulis di beberapa komunitas dan beberapa buku puisi tunggal telah terbit.
Penulis abadi dalam karyanya