Moh Zaini Ratuloli
**Sebelum Waktu Menginjak Ragu **

1989 tangan terkepal ke langit
Ibu dengan baju warna kuning menyemangati anaknya
Aku sudah lupa yang kubaca
Akupun tak ingat apa yang Ibu ajarkan padaku
Tapi puisi telah menjadi tubuh
Tubuhku kini meski ia tak seindah kata kata penyair
Tapi hidup dengan segala cerita mengajarkan arti kehidupan
Kehilangan
Penerimaan
Dan juga rasa kecewa

Puisi meski tak benar benar menyembuhkan
Ia jadi penengah bagi hati yang kecewa
Ditengah tengah jalan yang makin asing
Aku masih merindukan puisi
Seperti dulu Ibu ajarkan cinta
Lewat kata

*Larantuka 2025 *
*

Moh Zaini Ratuloli (Zaeni Boli), Tempat tgl lahir: Flores,29-08-1982
, Pernah tampil di acara Festival Internasional “Asean Literary Festival 2015” ,karya –karya puisinya juga termuat di media cetak maupun antologi bersama diantaranya Negeri Poci ,Puisi Menolak Korupsi dan Lumbung Puisi.Tergabung bersama Sastra Kalimalang sebagai Investaris karya sejak 2013-2017 .
Juga aktif bergiat di literasi bersama Agupena Flores Timur .Sekarang tinggal di Flores Timur aktif di Nara Teater ,tampil pada Pekan Teater Nasional 2018 di TIM GBB dan Pekan Kebudayaan Nasional 2023. 2024 mengikuti Workshop Dramaturgi Postdramatik dalam Teater dokumenter yang di adakan oleh Konferensi Pertunjukan Teater Indonesia tahun 2024 . Sejak 2017 mendirikan dan menjadi ketua TBM Lautan Ilmu dan mengajar di SMK SURA DEWA Flores Timur tahun 2018 mendirikan Eskul Teater “Bengkel Seni Milenial”, dengan ragam prestasi dan karya diantaranya Juara 1 Lomba Teater dalam Festival Sepanjang Musim yang diadakan Sanggar Seni Sina Riang tahun 2023. Ketua FTBM FLOTIM 2021- 2025 .