Hasan Bisri BFC

PROSES

1980-1982 Pekalongan - Semarang

ada degup di dekapan
saban majalah Basis
tiba di hadapan
tak rugi menukar uang jajan tiap hari
demi mengunyah jantung-hati puisi

begitulah, hari demi hari aku menabung literasi menjaga tradisi

ada kalanya bertandang ke Semarang
menjenguk KPS
mampir di Minggu Ini
nutrisi saban Ahad pagi
letupan letupan gairah apresiasi
dari kedalaman puisi
yang dibegal Bambang Sadono Sy.

tiap pekan akan bergilirian
radio mana tempat mengasah intuisi
Syuhada, RSPD atau Damashinta

begitulah,
aku selalu merasa bayi
disusui ilmu sastra dari sana sini
digendong senior di panggung panggung pertunjukan seni

1983 – 1989 Surabaya

aku tak lagi bayi
meski tak cukup matang
dunia lebih menantang
antara krocojiwa dan kedewasaan

ada Jawa Pos, Surabaya Post dan tamasya minda ke ibukota
lalu menatap Simphoni, Berita Buana_dan _Republika

benih benih intuisi yang kusemai
kelak berbuah wesel dan giro

sesekali berpolemik di Minggu Merdeka.
juga Suara Indonesia
menajamkan kata kata
mengasuh persaudaraan sastra.

KPS= Keluarga Penulis Semarang
Bojongkulur, 27-29 Oktober 2025

Hasan Bisri BFC, Lahir di Pekalongan, 1 Desember 1963. Setelah lulus Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, (1989) lalu bekerja di harian Surabaya Post. Tahun 1991 hijrah ke Jakarta dan bergabung di TPI/ MNCTV hingga pensiun. Sebagai wartawan, pengalaman paling berkesan ketika mewawancari Alvin Toffler untuk program Kosa Budaya (1992 ) dan para penyair dunia dalam rangka Festival Puisi Internasional Indonesia (2002). Di tengah rutinitas kerja, dia juga menulis puisi, cerpen, esai, skenario sinetron, kritik film, wayang mbeling, dan humor. Tidak kurang dari 100 antologi bersama memuat puisi-puisinya. Terbaru Republik Puitik, Layang layang Tidak Memilih Tangan, Temu Karya Serumpun (2025). Beberapa puisinya sudah diterjemahkan ke bahasa Mandarin.