Ngakan Made Kasub Sidan
Perjalanan Senyap yang Bersunyi Medio 1980

Pada senyap yang bersunyi medio 1980
jari menari tik tak tik tak di atas mesik ketik
mengurai tumpukan galau di hati
pada orde yang tegak membingkai kata
sementara aku bersembunyi pada diksi rahasia semesta
karena kritik sosial terbelenggu pada pena yang retak
namun....
kata-kata selalu saja mampu membebaskan aksara
lewat media cetak di balik penantian hari
Esok pagi, menjadi penyatuan embun dan harap
akan hadirnya loper koran di simpang jalan
atau datangnya wesel dalam kring..kring tukang pos
mengisyarakatkan ada sederet puisi di pojok budaya
bagai sebuah janji yang menghiasi hari-hari
seperti janji bocah-bocah desa bermain petak umpet
atau tetua yang asik mendengar sandiwara radio
hingga membuat lupa akan waktu
Inilah catatan menyusuri belantara aksara
pada perjalanan senyap yang bersunyi medio 1980
hingga kini aku tak jua bisa istirah sejenak
karena foto jadul rambut gondrong melewati bahu
selalu saja mengusikku untuk terus menulis
entah sampai kapan

(Klungkung, Bali Awal Ooktober 2025)

Ngakan Made Kasub Sidan, S.Pd.M.Pd. *Pensiunan pengawas, kelahiran Klungkung Bali tahun 1959, di samping telah menghasilkan 7 antologi tunggal, juga ikut terlibat pada lebih dari delapan puluh antologi bersama penulis se-Indonesia.
Atas prestasi dan pencapaiannya dalam penguatan dan pemajuan Sastra Bali Modern, tahun 2025 Pemerintah Provinsi Bali memberikan Piagam Penghargaan “Bali Jani N nugraha”. Kini tinggal di Klungkung Bali *