Pada Siapa Jatuh Cinta
Kepribadian dan kecantikannya, sebuah pesona luar biasa , sayang Allah tak mempertemukan kita , sebuah kisah memorial ..... kasih tak sampai ...
Tak meniru Cintaku Jauh di Pulau-nya Chairil Anwar atau Siti Nurbaya-nya Marah Rusli , bukan pula Hatiku Selembar Daun-nya Sapardi Djoko Damono atau melamun memilikinya tetapi sebuah kisah nyata Pada Siapa Jatuh Cinta. Bahwa proses pencarian, pelabuhan atau terminal yang tak berujung akhirnya hanya kepadaNya kita melimpahkan cinta. Tuhan yang memberi kita liku hidup.
Pada Siapa Jatuh Cinta bukan novel bukan pula cerpen, tetapi kumpulan cerita cinta yang mungkin dialami pembaca hanya untuk berbagi cerita duka, sedih, canda, tawa, sengsara, dan bahagia.
Judulnya bukan berarti mengobral cinta tetapi menyimpan keraguan penolakan tetapi juga dilakoni.
(Rg Bagus Warsono, Pada Siapa Jatuh Cinta)