**TEMAN SEPI DI TENGAH KOTA **
Segelas kopi
Disedu tengah sepi
Kota ini mulai hening
Kutemani saat dingin
Tak ingin memburu pusaran Waku
Hiruk pikuk kemarin
Di mana-mana suara menerobos
Langit siang malam bergetar
Tak ada rasa gentar
Puncak kegelisahan sampai
Lalu, pernyataan pamungkas
Tak menyentuh akar masalah
Semua katanya 'akan' dievaluasi
Ah, aku dibuat bodoh
Dan mereka mulai diintimidasi
Sungguh
Sungguh
Sungguh
Itulah yang ditakutkan
Terlalu banyak ucapan mubasir
Menutup samudera selama ini
Biarkan aku menemani sepi malam
Di tengah kota kecil yang membisu.
Akhir Agustus 2025
TEMAN SEPI DI TENGAH KOTA , Naim Emel Prahana
Subscribe to Literanesia
Get the latest posts delivered right to your inbox