/ puisi

LANGIT JINGGA DI PUTRAJAYA, Sukma Putra Permana

Sukma Putra Permana
LANGIT JINGGA DI PUTRAJAYA

: Puan Soraya
Di tepian jalan setapak sendiri sahaja. Sejuk ombak perlahan di air tasik. Pantulkan temaram cahaya langit berkilau jingga. Lembut di telingaku angin berbisik. Bertahun yang lalu saat berjumpa Puan Soraya. Di hari terakhir perayaan Royal Floria. Hingga malam menurunkan tabir memisahkan kita. Sambil berharap suatu masa berjumpa pula.
Hangat rerumputan berharap kabar embun yang tiba. Bergoyang-goyang ditiup bayu kelopak terjuntai. Kadang berkilau disinari oleh pandang sang surya. Di sisi kolam bermerah muda mekar teratai. Bangku taman masih menanti dirimu, Puan Soraya. Teduh pepohonan hijau di ujung Seri Bestari. Salah satu sudut terindah di Putrajaya. Tenang memanja minda karya lestari.
Masih berharap kau kan hadir menyapa mesra. Pada festival bunga yang akan datang di ibukota. Pengobat rindu penawar rasa tiada terduga. Membawa binar mata ceria, bunga, dan doa.
Adakah hasrat kau tahu itu, Puan Soraya? Bahwa bisa asmara menusuk dalam, menembus dada.
Maret 2020