Budiyanah

KEMARAU PANJANG

Budiyanah
Lama hujan tidak menyambangi bumi
Dengan suara riuh derainya
Bumi merintih dalam diamnya
Menangis tanpa air mata
Sumber air mengering di mana mana
Tanah gersang pecah berbelah
Pohon dan rerumputan luruh dan mati
Karena hanya mengandalkan butiran embun
Namun manusia semakin serakah
Dengan semena mena menebang dan membakar hutan
Tanpa menyadari bahaya yang menanti
Akibat dari semua ulah kesombongan mereka
Sepertinya alam mulai marah dan berontak
Secara bersamaan ada beberapa gunung meletus
Menyebarkan abu vulkanik yang mengganggu pernafasan
Tapi manusia tak sadar juga akan peringatan alam ini
Apa mereka tak ingat lagi
Satu tahun yang telah berlalu waktu musim hujan tiba
Banjir bandang melahap dan menenggelamkan sebagian wilayah Sumatera
Derita dan jerit tangis warga yang terdampak miris terdengar
Hanya doa yang selalu terlangitkan pada Tuhan.
Semoga kemarau panjang segera berakhir
Hujan turun kembali ke bumi
Hidup aman tentram dan damai selalu

Kranggan, 08092026