**Sulistyo **
Kemarau di Halaman Rumahku
Sudah kubilang berkali-kali
aku tak mencuri matahari
hanya kusembunyikan sebentar
di kolong ranjang
Beberapa hari ini matahari tak peduli kepalaku nyut-nyutan kepanasan
atap rumah menjelma oven pemanggang ikan
kemarau datang tanpa kabar
masuk pintu pagar diam-diam
Turunlah barang sebentar wahai hujan
walau bulan Juni sudah terlewatkan
jangan sungkan
lekas basahi seluruh halaman
Tidakkah kau lihat
rerumputan dan ranting melati biru menunduk layu
mengharap belas kasihmu
mengharap segarnya siramanmu
Turunlah wahai hujan
aku janji kalau kau turun siang ini
kuhadiahi ciuman di pipi
Mulya Asri, 09 September 2026