Edison P. Malau
JAM TERUS BERPUTAR
Dentang waktu membelah sunyi yang berjejer
Detaknya laksana suara lembaran-lembaran kuda yang bertengger
Dari abad ke tahun, bulan dan minggu diseser
Tak luput hari, jam dan menit hingga detik dilahap tanpa menunggu laser
Kini hanya mampu berkata
Saatnya telah tiba untuk mengenang
Melawan tak akan mampu
Berontak tidak akan berarti
Jam telah berputar tanpa henti
Waktu berlalu tanpa suara
Bersikap bijak belum juga memberi makna
Selain mengutip prosa-prosa yang tercecer
Memulung kata puitik-puitik yang mengambang di celah-celah angin
Memburu makna kata yang bergelantungan di daun pohon pengetahuan
Kini hanya menyiratkan kesan dan pesan bijak
Bermewah-mewahlah dalam keterbatasanmu
Iritlah dalam kelimpahanmu
Karena waktu sudah diatur-Nya dengan poros dan kecepatannya
Jam tidak akan kompromi dengan detak-detak jantung kita
Kembali aku menoleh puing-puing cerita yang dahulu
Ingin mencari lembaran-lembaran yang berserak puluhan tahun lalu
Menyusun kembali carik-carik menjadi larik yang menarik
Merekam jejak-jejak aksara menjadi rumah yang hidup
Sidikalang, 25 Oktober 2025