Diana Rustam
Di mana-mana, Aku Berpapasan Denganmu.
Aku mengenalmu, Chairil
mula-mula tidak karena buku
ada suara anak kecil lantang di panggung
berseragam dia, merah putih, di pekan raya seni
teriaknya, “Aku ini binatang jalang dari kumpulannya terbuang”
aku pula masih kanak-kanak, Chairil.
Beranjak besar
aku bertemu denganmu di sebuah tembok pagar bangunan tua
“Mampus kau dikoyak-koyak sepi.”
hatiku tersengat, aku ngeri dikoyak-koyak sepi
aku memang terasing dalam kebingungan; aku mengambang dalam ruang kosong seperti di titik nol gravitasi: Siapa aku?
syahdan aku mengembara ke mana-mana
ke mana-mana bertarung dengan sepi.
dalam perjalanan itu aku berpapasan denganmu, Chairil
kau ada di bak truk
kau ada di spanduk-spanduk
kau ada di kaos lusuh penarik becak
kau ada di antara halaman buku seorang mahasiswa.
benar adanya
kau masih hidup seribu tahun
dirimu membara dalam kata-kata yang tidak pernah padam.
di tanganku sekarang, Chairil
aku membacamu
kau yang terbaring antara Karawang dan Bekasi.
*Diana Rustam, menulis cerita pendek dan puisi. Tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan.
*