Muhamad Yusuf
Di Bawah Poster Rhoma Irama
Di dinding papan ruang tamu
tertempel wajah Rhoma Irama
senyum mengembang, gagah berwibawa
di bawah tertulis
“Raja Dangdut: Musik dan Moral”
Ayah selalu menyalakan radio tuanya
suara merdu Rhoma mengalun dari pita kaset
berpadu dengan aroma kopi hitam
dan desir mesin jahit ayah yang menambal celanaku
Aku duduk di lantai beralas tikar purun
menyimak kisah cinta dan nasihat hidup
dari lirik-lirik yang kadang tak kupahami
namun kurasakan hangat di dada
Di luar, sore turun perlahan
anak-anak berlari mengejar bola plastik
sementara ibu menjemur pakaian
sambil ikut bersenandung:
“Begadang jangan begadang
Kini poster itu lusuh, menguning
sudutnya terlipat, matanya hampir pudar
namun setiap kali kupandang
bergetar lembut di hati
tentang masa kecil, tentang rumah,
tentang suara Rhoma yang menjadi doa
di antara sunyi dan tawa keluarga
Waktu yang terus bergelut
membuat pita kaset kusut
radio tua telah diam
dan ayah telah tiada
Namun di hatiku masih terpampang poster itu
tempat Rhoma, cinta, dan masa muda
* Banjarmasin, 24 Oktober 2025*