Melkianus Nino
Batu-batu mati
Lilin-Lilin sunyi menyala di atas lembah akhir
Cahaya terang melumat kemarau yang pergi
Titik-titik gerimis jatuh mengundang izak
Batu-batu mati tertulis sebuah nama
Batu-batu mati telah pulang selayak senja
Berwarna jingga hiasan cakrawala
Di balik itu!
Sang Tuan memanggil pulang Mikhael dengan wajah-wajah pasi.
Batu-batu mati mengurungnya
Dalam pangkuan abadi
Kini Batu-batu mati
Siratkan kepulangan kepada keabadian
Lilin bulan november terus benderang menyapa anak-anak kecil yang berlari
Pulang menabir Bunga-bunga
Dan, menunggu kapan melangkah ke jalan yang sama.
Batu-batu mati adalah akhirat kelak
Bila menelisik
Sempatkan meracik satu Do'a
agarkan Lilin terus menyala
Menanti kuncup-kuncup baru di akhir bulan November
Batu-batu mati yang hidup sepanjang keberadaan
Kerana kita adalah ketiadaan dari satu cipta
Kita adalah Batu-batu mati nantinya
Hanya sisahkan nama pada insan yang yang sama .
Satu kesempurnaan
Kita adalah awal dan akhir pada terangnya sang Tuan.
25.11.25
Melkianus Nino, Penyair merupakan Mahasiswa, Jurnalis, pecinta sastra.. karya pena : Antologi puisi 'Hidup itu puisi' (2020), kumcer 'penyulam Batu pena inspirasi'(2021)