Wawan Hamzah Arfan
ANTARA PUISI DAN WESEL POS
berawal dari gejolak rasa
yang terperangkap keadaan
terpasung dalam hidup
dan kehidupan tak berujung
membelah langkah tanpa arah
dalam resah dan gelisah
diam-diam batinku berontak
pada nalar
agar tidak meninggalkan luka
berkepanjangan
kualihkan dengan melukis kata
apa adanya, polos, dan lugu
jadilah puisi
walau hanya sebatas nyanyian hati
dengan berjalannya waktu
sekitar tahun delapan puluhan
lalu puisi jadi sahabatku
dalam suka dan duka
sejak tampil dan bercerita
di surat kabar
ketika pertama kali kuterima wesel pos
sebagai honor puisi-puisiku
jantungku berdebar
denyut nadiku berdetak kencang
seperti ada ruang gerak
bagi nafasku yang pengap
itulah kenangan penuh kesan
yang tak kulupakan
tanpa kusadari
jiwaku mengembara
terus menelusuri jejak rasa
bersama puisi
walau kini kehadiran puisi
tak lagi punya amunisi
sebagai nutrisi hidup
untuk bisa dikatakan bergizi
Cirebon, September 2025
Wawan Hamzah Arfan, lahir di Cirebon, 8 Juni 1963. Karya-karyanya berupa puisi. Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, artikel, dan esei tersebar di berbagai media, baik terbitan ibu kota maupun daerah, seperti Pikiran Rakyat, Mitra Dialog, Berita Buana, Merdeka, Surabaya Post, Republika, Media Indonesia, Horison, dan beberapa media lainnya. Beberapa puisinya terhimpun dalam antologi Mega Mendung (1989), Kebangkitan Nusantara I (1994), Kebangkitan Nusantara II (1995), Kebangkitan Nusantara III (1996), dan Antologi Puisi HP3N Nuansa Tatawarna Batin (2002). Kini sebagai Redaksi pada majalah Forum Dialektika, sebuah majalah yang diterbitkan PGRI Kabupaten Cirebon, sebagai ajang kreativitas guru. Ia adalah seorang PNS yang bekerja sebagai Penilik PNFI Kec. Ciledug, Kab. Cirebon, Jawa Barat.