Anas Bachtiar Arief

Kau Masih Di Sini
Untuk 104 Tahun Chairil Anwar

Dan kami belajar darimu
bahwa lengang bukan sepi.
Lengang adalah ruang
untuk dengar jantung sendiri
berdebat dengan dunia.
Kami belajar darimu
bahwa marah boleh ditulis.
Bahwa cinta boleh diludahi
jika ia datang membawa rantai.
Bahwa "Aku" bukan ego,
"Aku" adalah bendera.
Lihatlah jalan ini.
Dulu kau lewati sendirian
dengan rokok dan gelisah.
Sekarang kami lewati bergerombol
dengan bukumu di tangan
dan guruh di tenggorokan.
Air memang tukar warna.
Laut memang tukar rasa.
Tapi darah di kertas itu
tetap merah yang sama.
Darah yang kau tumpahkan
untuk satu kata: Merdeka.
Merdeka dari takut.
Merdeka dari diam.
Merdeka dari jadi penonton
di negeri sendiri.
Jadi kalau kau tanya lagi:
"Aku berada kembali?"
Jawab kami:
Ya. Di tiap baris yang kami tulis saat takut.
Ya. Di tiap teriak yang kami lepaskan saat diinjak.
Ya. Di tiap anak muda
yang berani bilang "Aku"
tanpa minta izin.
1949 kau tulis.
2026 kami teruskan.
Karena selama masih ada
yang mengharap dan yang melepas
di negeri ini...
"Kau akan selalu berada."


26.07.1922 - 26.07.2026