Agustri Kurniawan
rindu kadang datang tiba-tiba..
aku melayang mengembara
menyusuri waktu sebelum beranjak remaja
masa tanpa beban penuh gelak canda
delapan tahun masih umurku ditahun delapan puluh itu
sekolah dasar ku dua ratus meter dari rumah
dipenuhi guru pendidik, penyayang dan ramah
membuat seluruh murid jadi betah
membedah sastra dan sejarah
kurikulum pendidikan kurasakan sangat bersahabat
membentuk watak bagi generasi santun beradab cerdas dan bermartabat
mata pelajaran bahasa dan seni, bimbing kemampuan ku ber-literasi
teringat kala itu
bukan hanya sekedar latihan membaca “ini budi”, tapi juga memahami sastra dan puisi, bernyanyi dan menari
“Aku” adalah sajak pertama yang kupelajari
didepan kelas ku didaulat tuk membacanya
antara tak percayadiri dan bangga berkecamuk didada
literasi dalam sastra dan puisi membentuk watak dan jiwa
pengalaman hidup pelengkap dan penyempurnanya
rawat akal sehat dan kepedulian pada lingkungan dan sesama
saat gundah saat resah
saat hati bimbang dan meradang
saat langkah mulai tak tentu arah
saat semangat mulai menurun
saat amarah dan muak tlah sampai ke ubun ubun
pada berbagai problema seolah penyakit kronis yang tlah menahun,
menulis dan berpuisi jadi penuntun
kembali segarkan bathin dan pikiran
jernihkan moral untuk memaknai kebenaran dan keadilan
dalam mengarungi gelombang kehidupan
An-Reflection
Oktober 21, 2025