Arc Badil
**Sebait_Doa_Musim_Kemarau **
Disaat kesulitan menulis sebait puisi,
Segala jejak berserak, berhambur menggapai tepi,
Padahal tinta belum habis dan malam sangat sunyi,
Kisah ingin diungkap, tapi limbung memilih diksi.
Cerita cinta? Bosan menguras, mengeja asmara,
Keadilan sosial? Luruh berlinang air mata,
Tentang hidup manusia? Penuhi ruang berita,
Seperti lagu, tak tahu harus mulai dari mana.
Sambil mengepulkan asap dari lintingan tembakau,
Duduk sendiri, termenung disudut pasar yang kacau,
Melihat retakan tanah kering akibat kemarau,
Air susah didapat, membeli pun tidak terjangkau,
Menatap ke langit kelam memohon setitik berkat,
Agar gemercik air segera turun mendekat,
Membasuh luka bumi serta jiwa makin tersekat,
Menunggu hujan datang menghapuskan sepi mengikat.