Sur Yadi
PENYAIR... PUISIMU MEMBOSANKAN
Wahai penyair kelana
Perjalanan puisimu
adalah denyut
yang mengarungi samudra hati.
Penuh riak dan gelombang
Menghempas di butir pasir pantai
Silih berganti tak ingin berhenti.
Kau ukir tragedi dan elegi
pada serpihan karang terserak
puisimu yang bersajak
telah banyak tinggalkan jejak
sebelum lenyap ditelan ombak.
Tiba-tiba aku bosan
menikmati puisimu
yang datang tadi pagi
Terasa tawar... hambar
Sajianmu hanya kata berulang
terbatas pada cinta secangkir kopi
sebatang rokok yang rindu sepi
Kau tampak seperti kehabisan napas
Tak punya jati diri
meretas kreasi imajinasi
yang terhampar
di padang sabana
tersangkut di sela tebing
bergelayut di kaki ngarai.
Bahkan saat purnama berbinar
menjemput malam
tak tersentuh goresan penamu
Wahai penyair,
Penamu telah lumpuh
di hadapan luas semesta
hanya hidangkan daur ulang rasa
yang telanjur kering.
Puisimu pagi ini
adalah eksekusi mati
Bagi seleraku
yang kau paksa berdiri
setengah mati.
Kulon Progo, juni 2026