Ahmad Z Ujung
Nangkendaren
Tersebut kisah dahulu kala
Tentang seorang raja yang bijaksana
Memipin rakyat dengan wibawa
Makmur bahagia tiada derita
Raja bahagia tiada tara
Akan lahirnya putri jelita
Dijaga penuh dengan tulus cinta
Tiada sedetik lepas kasihnya
Suatu malam saat purnama
Raja bersila di bale istana
Berteman bintang di cakrawala
Bersama putri bercanda ria
Raja berdendang selaksa jiwa
Lantunkan nada di mayapada
Sebagai bentuk ungkapan rasa
Kepada putri buah hatinya
Cido-cido kaliki urat ni tabunggala
Indah menguntai syair irama
Terlelap tidur putri dan raja
Malam meninggi tanpa terasa
Menurut tutur cerita
Angin berhembus dengan kencangnya
Sang putri terbawa tinggalkan raja
Di bawa angin menuju angkasa
Sang raja bangun dari lelapnya
Terkejut luruh tidak percaya
Putri tercinta telah tiada
Meronta sesal membunuh jiwa
Sampai di bulan putri terjaga
Menangis sendu rindukan raja
Berkat mukjizat yang Maha kuasa
Putri jelita berbadan dua
Suatu ketika putri berhias raga
Sambil memangku buah hatinya
Tanpa diduga tiada disangka
Cucu sang raja lepas dari tangan ibunya
Sebelum sampai ke mayapada
Cucu sang raja berubah bentuknya
Menjadi kelelawar bukan lagi manusia
Kisah berlanjut menjadi cerita
Kelelawar ingin kembali ke angkasa
Apa daya mentari sudah meraja
Kelelawar tidak bisa melihat apa-apa
Terbang kembali kebumi dengan putus asa
Menurut yang punya cerita
Kelelawar akan selalu ramai saat purnama
Ingin kembali kebulan menemui ibunya
Apa daya ingin kelelawar tidak pernah menjadi nyata
Begitu juga dengan ibunda
Selalu bersabar menunggu cinta
Setiap bulan purnama tiba
Akan ada sosok bayangan di bulan itulah nangkendaren putri raja