Sari Banowati
Mengenang Chairil Anwar
Saat itu kau terlalu muda meninggalkan bangsa
Tanah air kita tercinta yang berjuang dengan tetes darah dan air mata
Untuk kemerdekaan bukan kebebasan
Kata kata melebihi tajamnya senjata membara semangat di dada tersemat di sanubari
Goresan penamu meluncur menabur ribuan embun pagi yang selalu bertutur kembali tetesan bintang bintang bercahaya dalam gulita
Kau terus berlari membawa luka pedih peri melewati masa
Aku rindu padamu pahlawanku yang tidak kukenal lewat rupa
Tersimpan di potret buram masa silam dalam sketsa menyimpan ribuan kata
Kami semua rindu padamu untuk mengibarkan bendera keadilan, menegakkan tiang kebenaran
Dimata ku kau bukan binatang jalang dari kumpulan ya yang terbuang
Aku
Aku
Aku
Aku tidak menusuk dengan kata tapi kau harus mengerti wahai para durjana
Aku membawa luka pedih peri demi cintaku padamu negri
Tanah yang dijaga doa doa para wali
Tanah yang dijaga datu datu
Cintaku jauh di pulau
Cikampek, 13 Juli 2026