DUA KUNTUM MELATI

Kuletakkan dua kuntum melati di pusara Sang Penyair, gundukan tanah berselimut rumput hijau, 1992, Karet, di Karet, pembaringan terakhir Chairil Anwar
Kubayangkan nakalnya
Bandelnya, hingga menoreh AKU BINATANG JALANG
Bersimpuh aku di sisi kanan pusaranya, terharu, bagaimana dia teriakkan, DARI KERAWANG BEKASI...
Lahirlah di pusara itu, DIAM
Diam
Diam
Diaaaaaaaaammmm!
Menembus Waktu
Kau adalah aku
Aku adalah engkau
Bila engkau menjadi aku kita manusia sungguh-sungguh
Jika engkau tahu aku
Kita telah MENEMBUS WAKTU

Buanergis Muryono Renungan Zaman Universe Healing di taman pemancingan Tegal Harmoni Banjar Tegal Singaraja Buleleng Bali, 13 Juli 2026 10:26