Dari mana Chairil mendapat buku2 sastra luar negeri seperi Archibald Mac Leish juga suatu pertanyaan. Sekarang saja penyair jarang yang membeli buku-buku sastra luar negeri kecuali dari perpustakaan. Artinya tuduhan Th Sumartana bahwa Kerawang-Bekasi sebagai plagiat yang ditulis di Kompas 1980 itu gugur.
Dimasa dekolonisasi dunia pasca Perang Dunia II pada dekade 1940-an ada sekitar 10 hingga 15 negara baru yang memproklamasikan atau memperoleh kemerdekaan dan pengakuan kedaulatan secara internasional pada dekade 1940-an. Pada masa ini gelora perjuangan tumbuh di negara-negara yang merdeka pada periode tersebut meliputi:Indonesia (17 Agustus 1945)India (15 Agustus 1947) dan Pakistan (14 Agustus 1947)Filipina (4 Juli 1946)Israel (14 Mei 1948) Burma/Myanmar (4 Januari 1948) dan lain-lain. Artinya banyak kesamaan nasib dan kesamaan perjuangan di banyak negara terjajah. Kesamaan nasib dengan keinginan merdeka dan mencengkeramnya negara -negara koloni yang ingin tetap menguasai daerah yang dijajahnya menimbulkan kesamaan basib dan perjuangan yang hampir serupa yang diabadikan dalam berbagai bahasa sastra di setiap negara terjajah. Sebagai contoh di India pun sama banyak penyair menulis tentang perjuangan dan kesengsaraan masa kolonial. Maka tidak heran apabila banyak puisi puisi yang seirama perjuangan dalam beda bahasa masing-masing. Maka tak dapat dipertanggung jawabkan apabila Chairil disebut plagiat. (Rg Bagus Warsono)
