Arc Badil

Kontras Paling Bahagia

Lubang aspal serupa kubangan,
Ban terperosok dalam rintangan,
Pengendara lalui tantangan,
Tiap lintasan penuh genangan.
Ditengah himpitan ekonomi,
Serta sulitnya mengais rizqi,
Walau berjalan diatas duri,
Jelata wajib muka berseri.
Dibalik megah atap parlemen,
Pilar menjulang menembus awan,
Sofa empuknya selembut hewan,
Sangat kontras bagaikan perawan.
Menutupi jeritan kecewa,
Rakyat dipaksa harus terima,
Sembunyikan sengsara dan duka,
Berlaga senang dengan tertawa.
Media absurd tidak bernyali,
Takut oplahnya menukik rugi,
Pilih bungkam daripada mati,
Menyajikan fakta dikebiri.
Depan kamera berlagak patuh,
Belakang layar menyenggol musuh,
Kaki mendua bikin gemuruh,
Sengaja menggiring si bos runtuh.
Anggota dewan nyenyak sekali,
Lupa janji yang dulu dibeli,
Merawat gedung berulang kali,
Ketukan palu sungguh peduli.