Hafney Maulana
DI SEBUAH KEDAI HAILAM

Di sebuah kedai hailam, aroma kopi menyapa
lembut dan hangat mengundang jiwa
Uap tipis menari di antara cangkir-cangkir batu
Obrolan, lirih mengalir.
Meja batu bundar menyimpan
Setiap sapa.
Chu Hua dengan senyum bersahaja
Menuangkan kehangatan dalam setiap puja
Di sudut jendela, mentari pagi menyapa
Cahaya lembut menembus, suasana tercipta
Secangkir kopi hitam pahit namun nikmat
Menemani lamunan yang sesaat terikat
Aroma melati, jahe, atau serai mewangi
Membangkitkan kenangan yang tersimpan rapi
Ah Cy entah dimana, Aihan sudah tak ada
Seperti lembaran hidup yang terjalin abadi
Di sebuah kedai hailam waktu seakan berhenti
Dalam kehangatan cangkir hati pun terisi
Bukan hanya minuman namun juga ruang
Tempat berbagi cerita melepas segala bimbang
Oktober, 2025

Hafney Maulana lahir *tahun 1965 , di Sungai Luar, Kab. Indragiri Hilir, Riau. Kumpulan Puisi tunggalnya terkumpul dalam: Ijab Kabul Pengantin ( FAM Publishing, 2012), 100 Sonian “Hujan Dini Hari” ( FAM Publishing 2016), Nikah Hari (Probi, 2016), “Memetik Cahaya” (FAM Publishing, 2017), Izinkan Aku Menjelujur Kata (Tanaka, 2020), The Game of Light - A Bilingual Poetry Book, Indonesia - English ( Teras Budaya Jakarta, 2022)
*