"DESAU BAYU DAN BUIH OMBAK"
I
aku seumpama bayu yang bertiup dan berdesau melanda daratan dan lautan,
terkadang lembut semilirnya terasa menyusup di rerimbunan helai-helai daun asmaramu,
namun terkadang juga menderu keras oleh sebab memang begitu sifatnya, dan
itu bisa mengejutkan katub kalbumu yang lembut selembut sifatmu,
bagiku dirimu adalah buih ombak yang putih lembut tatkala menyapa butir-butir pasir di pantai,
lalu menyatu dalam senyawa pasir di pesisir oleh sebab tiupan angin yang terkadang lembut dan keras.
II
buih ombak yang menyatu dengan butir-butir pasir lembut di pantai,
tak mungkin terjadi bila desir bayu tak mengiringinnya,
sepanjang alunan ombak yang bergulir di laut biru, dan
jangan pernah merasa jenuh ataupun bosan wahai buih ombak 'kerna ulah liar desau bayu yang tak kau inginkan,
sesungguhnya desau bayu,
desir ombak dan buih putih yang lembut dan suci adalah adhi qodrati,
yang mengantarkanmu menggapai,
menyapa dan menyatu,
dengan butir-butir pasir di pantai nan permai.
(Istana Dewa Damai, tanggal dan bulannya lupa
tahunnya 1976).