Akhmad Sekhu
Aku Ingin Memaknaimu**
**
Aku ingin memaknaimu dalam setiap pertemuan
dari perspektif paling pribadi. Tak ada seorang pun
tahu arti tatapanmu. Kau tumbuh dewasa berbeda
dengan orang lain dan punya ciri khas tersendiri
Mungkin ada yang terlupa saat kau menaruh harap
Dan aku tak dapat menangkap isyarat dari tatapanmu
Hidup banyak misterinya untuk kita dapat mengungkap
Sebagai tugas yang secepatnya harus kita tuntaskan
Aku ingin memaknaimu dalam setiap kesempatan
Dari perenungan paling bening. Tak ada yang dapat
Memahami apa yang sebenarnya kau inginkan
Dalam kehidupan ini selain hanya dirimu sendiri
Kita hidup tak hanya berada di atas permukaan saja
Dimana kita sering basa-basi selalu penuh pakewuh
Seharusnya kita selami kehidupan lebih dalam lagi
Hingga dapat menemukan makna kehidupan hakiki
Aku ingin memaknaimu, ingin selalu memaknaimu
Karena cuaca hatimu tak tentu selalu berubah-ubah
Dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman
Betapa kita hanya berusaha agar hidup tak sia-sia
*Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, 2025 *
***Akhmad Sekhu *lahir 27 Mei 1971 di desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, Jawa Tengah. Tinggal di Jakarta, bekerja sebagai wartawan. Puisi-puisinya masuk sekitar 80 buku antologi komunal (1994-2025). Buku antologi puisi tunggalnya; Penyeberangan ke Masa Depan (Yayasan Sastra Gading, 1997), Cakrawala Menjelang (Yayasan Aksara Indonesia, 2000), Memo Kemanusiaan (Balai Pustaka, 2022), Indonesia Negeri Paling Puitis di Dunia (manuskrip). Catatan tentang kepenyairannya masuk dalam Bibliografi Sastra Indonesia (2000), Leksikon Susastra Indonesia (2001), Buku Pintar Sastra Indonesia (2001), Leksikon Sastra Jakarta (2003), Ensiklopedi Sastra Indonesia (2004), Gerbong Sastrawan Tegal (2010), Apa & Siapa Penyair Indonesia (2017), dan lain-lain. Karya-karyanya sudah banyak dijadikan bahan penelitian dan skripsi tingkat sarjana. Memenangkan Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999) dan Pemenang Favorit Sayembara Mengarang Puisi Teroka-Indonesiana "100 Tahun Chairil Anwar" (2022).