Rosmita

ADAKAH BINATANG JALANG BERIKUTNYA?

Jika aku adalah binatang jalang yang pertama,
Adakah yang berani mengikuti jejak kaki berdarah ini?
Di usia 104 tahun, aku bukan lagi sekadar nama,
Aku adalah pertanyaan yang menggantung di leher zaman.
Adakah kau, yang masih punya nyali untuk berlari?
Lari menerobos batas, menuju kebebasan sejati.
Kandang-kandang kini berubah menjadi layar ponsel,
Norma-norma dibungkus kata-kata manis yang menipu.
Aku si jalang menunggu penerusku,
Bukan penyair yang hanya pandai merangkai rima,
Tetapi jiwa-jiwa yang berani terluka demi kebenaran.
Yang tak takut disebut gila oleh dunia yang sedang sakit.
Binatang jalang berikutnya adalah kamu, kamu, dan kamu,
Yang saat ini membaca baris ini dengan jantung berdebar.
Kau merasa ada sesuatu yang menggelitik di dada?
Itulah aku si jalang, bangkit kembali dalam ragamu.
Jangan cari aku di batu nisan,
Cari aku di matamu yang masih berani memandang tajam,
Di suaramu yang menolak berbisik saat harus berteriak.
Aku tidak pernah mati,
Karena aku hidup di setiap denyut nadi.

*22.07.2026 *