Heru Patria

WAJAH PUISI

wajah puisi pucat pasi
malu pada kondisi penuh ironi
kabarnya negeri ini gemah ripah lohjinawi
tapi segala hal dipajaki
ingin puisi berteriak
menentang kebijakan tak berpihak
pejabat publik pada terbahak
bikin sesak
wajah puisi kian memucat
melihat penderitaan rakyat kian berkarat
segala anggaran ramai disunat
hutan habis dibabat
kekayaan alam diembat
sungguh keparat
wajah puisi kian keriput
saksikan kondisi negeri kian semrawut
ekonomi semakin carut marut
hutang negara seluas laut
kinerja pemerintah selamban siput
di atas mimbar penguasa terus menghasut
pertahankan program agar terus berlanjut
tak peduli negara mau bangkrut
dasar badut
wajah puisi kian menua
sedih menatap nasip indonesia
dijajah oligarkhi tanpa sisa
tinggal tunggu kehancurannya
Blitar, 3-6-2026