**Surat Edaran: **
Sambutan Upacara Penyair di HUT Indonesia ke-81 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
Salam pekik Merdeka: "Merdeka!, Merdeka!, Merdeka!".
Asalamuakaikum Warochmathullahi Wabarokhatuh.
Om Swastiasthu Namo Buddhaya.
Saudara-saudara Penyair Setanah Air dan rakyat Indonesia. Memperingati ke-81 negara Indonesia berdiri adalah sebuah manifestasi anak bangsa bagi negerinya ini. Gelora perjuangan menentang bentuk penjajahan sejak Nusantara dijajah selama 3.5 abad oleh imerialisme Belanda yang puncaknya ditandai Proklamasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonedia oleh Soekarno-Hatta merupakan perwujudan sebagai bangsa Indonesia yang memiliki sejarahnya.
Kenyataan pejalanan setelah proklamasi mengalami pasang surut sebagai sebuah negara yang diakui dunia. Pengalaman dan ilmu yang dipetik dari pasag surutnya negara Indonesia terjadi seiring pergantian presiden.
Bangsa dengan negara berdaulat akhirnya dicatat memiliki pasang surut terutama mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang merdeka. Ternyata sepeninggal penjajahan imperialias Belanda kita mengaalami bentuk-bentuk rakyat terjajah seperti perampasan kekayaan negara, mencuri terang-terangan kekayaan negara dan menggerogoti tiang proklamasi dengan hutang negara yang menggunung. Penjajahan itu ternyata oleh bansa kira sendiri yang nenghianati cita-cita NKRI 17 Agustus 1945 yaitu mewujudkan adil dan makmur.
Diakui memang krisis ini bukan karena turunnya semangat perjuangan tetapi adanya sebagian bangsa ini yang haus kekuasaan, kekayaan, dan keserakahan dengan seiring globalisasi ekonomi dunia sehingga mengganggu mental patriotik bangsa ini menjadi egoistik dan memuja harta benda.
Perjalanan 81 tahun setelah proklamasi 17 Agustus 1945 ditandai peristiwa-peristiwa besar yang tarakhir adah Refornasi 1998 yang dimana hak-hak sipil dibuka kembali sebagai negara demokrasi. Di 2026 ini ternyata cita-cita reformasi itu semakin jauh dirasakan bangsa ini. Sehingga perlu kesadaran bangsa ini untuk merebut kembali hak-hak sebagai warganegara di negara demokrasi.
Mari kembali mementum 81 tahin Indonesia ini untuk memiliki kesadaran kembali untuk mewujudkan cita-cita demokrasi dan cita-cita sebagai negara adil dan makmur.
Semoga kita semua Rakyat Indonesia diridloi oleh Allah SWT melindungi bangsa dan negara ini dan merestui sebagai negara yang tidak tertinggal dan terlepas dari hutang.
Indramayu, 17 Agustus 2026
Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
An. Penyair Indonesia Lumbung Puisi,
Rg Bagus Warsono