Dalang mengetok kotak wayang sebelun dan sesudah bicara, artinya bukan kepada pemirsa untuk mendengarkan tetapi mengisyaratkan sebagai 'tanda petik bahwa apa yang disampaikan itu dari isi cerita bukan pikiran pribadi si Dalang.
Suara tembang Sinden mengisi jeda dalang beraksi, artinya ada relevansi lakon cerita.
Bhuto bala Kurawa ditancabkan di ujung batang pisang jauh dari duduk Ki Dalang kadang tak tersentuh dipakai sampai beberapa kali pertunjukan atau semusim bulan bulan hajatan rakyat sehingga banyak lupa nama wayang itu sampai tak dikenal masyarakat, artinya jangan mengutamakan perut, harta benda dan rakus, kau tak berguna sama sekali.
Kecrek atau sering disebut keprak/kepyak juga memberi tahu bahwa ada saat untuk alon-alon, atau ngebut atay 'nge-gas, sebagai spion bagi nayaga pemain musik artinya ada saat tepat untuk merebut nge-gas dan ada saat untuk alon-alon dalam hidup ini. Kita butuh pengingat dan butuh dingatkan tentu orang tua dan alim ulama, mereka adalah kepyak bagi kita.
Batang Pisang untuk penancabkan gagang wayang di pertunjukan wayang kulit artinya penyambung bumi/tanah, artinya meski berada di panggung tetap menginjak bumi.
Contoh jika wayang bertempur dan dalam lakon itu kebetulan kalah dan gugur maka tidak ditancabkan di batang pisang kenbali tetapi dinasukan dalam kotak.
(rg bagus warsono)