Megi Ramadhonata

Seorang bocah tak berbaju

Seorang bocah tak berbaju,
bertelanjang kaki,
mencengkeram lumpur,
mendekap erat harapan yang licin,
yang ia titipkan pada teman-temannya.
Merelakan pundaknya,
kram oleh kata keihklasan.
Berat,
namun harus tetap kuat,
dan tak boleh patah semangat.
Para penonton riuh,
tepuk tangan bergemuruh,
memberi yel-yel kepada bocah berkaos partai,
yang tegak di paling atas.
Di atas sana,
sejumlah hadiah hasil iuran siap diraih,
oleh tangan yang siap-siap untuk ditagih.
Ada bendera di puncak,
yang seolah ingin digenggam erat.
Namun setelah di puncak,
yang pertama-tama di lirik,
justru hadiah yang paling menarik.
Lalu sambil membusungkan dada,
ia melemparkan sebungkus mie instan, kopi pahit dan gula,
kepada tangan yang menengadah,
dibawah.
Namanya juga bocah,
selalu ada saja tingkahnya,
membuat lelucon di tengah perlombaan,
yang tentu saja menggemaskan.
Menjadi hiburan bagi penonton,
yang sedang merayakan pesta kemerdekaan.
Sebab panjat pinang,
adalah hasil dari demo_kreasi...