Senang sekali jika banyak sahabat sepaham.
Dulu Sastrawan Indonesia berjuang lewat tulisan untuk melawan penjajahan. Sajak sajak mereka diwarnai semangat meraih kemerdekaan. Mengapa? Ya karena kita bukan tentara bukan pula petani yang menyumbang palawija untuk gerilyawan yang berjuang. Hanya sekedar urun memberikan sumbangsih pada Tanah Airnya.
Setelah Merdeka, juga pada sastrawan angkatan 66 dan angkatan reformasi (2000) ada pesan disana mengisi kemerdekaan dengan nilai'nilai demokrasi agar negara ini semakin baik.
Kini tahun-tahun berlalu kita telah 80 tahun Merdeka tetapi kehidupan berubah seiring waktu. Dinamika yang dipengaruhi tuntutan global dan persaingan global. Ada perubahan terbalik seakan mudur dari zaman. Padahal kita mengikuti. Ternyata kita "dijajah lagi" .
Bukan mereka datang dari bangsa asing seperi Jepang dan Belanda yang ingin menguasai negeri ini tetapi justru oleh kawan kita yang tamak , haus kekuasaan, haus kekayaan.
Seakan Indonesia dalam genggaman rebutan. Koruptor tumbuh di mana-mana. Dinasti-dinasti kecil sampai tingkat nasional muncul ingin menguasai kita semua.
Kemudian mereka memelihara kemiskinan rakyat dan juga kebodohan.
Lalu apa sumbangsih kita terhadap negeri ini ? Perjuangan kita kembali menegakkan demokrasi dan lebih parah lagi menyadarkan mental bangsa ini untuk sadar dan tidak diperbudak kekuasaan.
Dari semua itu tentu kita bisa menentukan arah perjuangan itu. Sastrawan yang peduli terhadap situasi negerinya. Tidak kita hanyut dalam kebodohan sebab kita mengaku manusia terpilih . Orang yang pandai cendekia. Meski hanya dalam bahasa sastra kita berada dalam garis perjuangan ini. Yaitu melawan musuh kita meski bangsa sendiri . Dengan cara tersendiri yaitu menulis. Mereka itu musuh musuh kita : Koruptor, Politik Dinasti dan penguasa dzolim yang tega memeras rakyat. Dan satu lagi yang memutarbalikan aturan dan Undang-undang semau wudelnya.
Dan Sastrawan yakin dalam koridor kewarasan. Mari menulis atau tidak menulis kita dalam garis batas orang-orang yang menyadari bahwa negeri ini didirikan untuk bangsa ini agar terhormat, berwibawa, adil dan makmur , aman sentosa sejahtera.
(Rg Bagus Warsono)