Atek Muslik Hati

Putri Mandalika Nyale

Dari Lombok ( Pulau Seribu Masjidku)
Tersebar kisah, tentang keayuan seorang putri
Hingga keseluruh penjuru nagari, pun keluar pula!
cantik molek nan cerdas juga santun, didikan para pengemban tugas abdi dalem kerajaan
Juga karena cerdas nya sang putri ketika diberikan pelajaran. Langsung terserap kedalam pikiran.
Para putra mahkota pun jadi tersihir oleh sohor dans cerita rantai berantai yang terhembus angin sang putri jelita itu
Satu persatu mulai mencoba mengetuk pintu negeri, dengan ribuan janji yang belum pasti
Hingga berjejer penuhi ruang dan waktu di Istana megah nan indah, penuh bunga-bunga, wajah-wajah tampan. Rahang mengeras. Mata elang hujam mata memandang, elok ciptaa-Nya...
Sang Raja bingung beserta Ratu. Hendak pilih siapa di antara ribuan kumbang, tuk dadi mantu, sementara bunga hanya sekuntum sahaja.
Sang Raja pun bertitah, memanggil sang putri. Lalu diserahkan lah urusan itu pada sang putri jelita. Tiada cacat cela, cermin Keagungan dan kemahabesaran-Nya!
Putri pun kebingungan, tak jauh dari ayahanda Raja nya. Dia tertegun bermenung sesaat.
Beri aku waktu buat berpikir dan mencari sendiri belahan jiwa jantung hatiku kelak, yang akan mendampingi hingga beranak pinak menjadi banyak...
Kata-kata sang putri membuat mereka semua gembira ria, karna akan ada satu pangeran yang kan jadi pilihan hati sang putri jelita.
Karena kasak kusuk sang pangeran yang berderet mematung menatap elok nya sang putri... Mulai saling sikut, untuk kemudian saling sikat. Demi memperoleh hati Putri Mandalika
Singkat cerita, setelah berpikir ribuan pulau, jutaan mil laut, dan di antara deburan ombak yang mengganas... Ia pun mendapatkan ide briliant, untuk keluar dari krmelut ini.
Dalam kekalutan, karena tak ingin perang dan darah tertumpah sia-sia, sang Putri mengajak mereka keluar istana, menuju pantai. Di hari yang telah terjanjikan.
putri pun naik ke atas bukit lalu beeteriak
"Duhai para pangeran juga rakyat ayahandaku paduka Raja yang dipertuan Aung, lihatlah... Aku akan pergi demi menghindari pertikaian, yang tentu akan menimbulkan korban tak sedikit, jadi sebaiknya aku korbankan diri ini, buat semua. Karna kelak aku akan muncul di sini di hari yang sama, untuk berjumpa kembali, maapkan aku yang mengambil jalan ini!"
Putri pun terjun kelaut terbawa ombak yang begitu deras. Semesta bagai merestui keputusan terbaik itu. Demi menjaga negeri untuk tidak saling menjagal. Hanya karena satu tubuh, yang jadi rebutan.
Para pangeran ada yang coba terjun mencari, namun sia-sia. Karna sang Putri telah menyatu bersama laut.
Pangeran-pangeran itu, ada yang menjerit histeris menyesali diri. Ada yang memukul diri sendiri. Lalu terjun untuk menggapai sang putri
Nasi telah menjadi bubur, tak akan bisa membalikkan sang putri, yang demi negeri kecintaan dan sayangnya pada sang Raja dan Ratu. Rela berkorban untuk semua.
Setiap tanggal 12-13-14 Februari, dia akan muncul dalam bentuk cacing wawo, yang di sebut NYALE. Oleh masyarakat Lombok.
Tradisi tahunan yang tak lekang oleh waktu,melegenda turun temurun memberi warna berbeda.
Hingga muncul Sirkuit Mandalika!
myLovedLombok.Praya 11-02-21