Piek Ardijanto Soeprijadi (12 Agustus 1929 – 22 Mei 2001) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Piek merupakan salah satu sastrawan angkatan 1966. Sejak tahun 1970, puisi-puisinya telah dimuat di berbagai media massa di Indonesia. Selain itu dia juga menulis esai sastra, mengulas karya-karya para penyair muda saat itu. Piek juga salah satu pelopor perintis Komunitas Negeri Poci (tahun 1993).
piek
KETIKA MENDENGAR TANGIS

kaudengarkah tangis bocah itu sejak tadi
suaranya menebari desa sunyi
merambati bibirbibir air sepi
mungkin ibunya ke pasar kota belum kembali

ajaklah kemari kita bawa nembang gambang suling
di tepi rawa pening begini hening
sementara dari dangau kita menghalau gelatik dan pipit peking
yang mau neba merusak bulir-bulir padi mulai menguning

jiwanya kan terajun tembang kita
raganya kan terselimuti udara begini segarnya
pasti sebentar saja dia pulas di sini
meski jarumjarum mentari lepas menusuki kulit bumi

biarkan dia mendengkur tetap di pangkuanmu
sementara kita terus berlagu
barangkali dia kan mekarkan mimpinya yang indah
tentang dunianya yang sumringah

MEMUSAR PADA DIRI

kudengar
dengus angin gunung
kapan kuikuti kembaranya

kulihat
langit seperti tempurung
kapan kugapai cakrawala

kusadari
berdiri di pinggang gunung
diriku sebutir debu di dunia

kurasakan
demikian keras detak jantung
kapan usai menggetar dada

kurenungkan
allah yang mahaagung
kapan aku kembali padanya