**Riswo Mulyadi **

Pertanyaan Kepada Tuan Penghuni Istana

​Tuan, bolehkah aku duduk sebentar di tangga itu?
Sambil meletakkan caping yang basah oleh sisa waktu
Aku membawa satu tanya yang kusimpan di balik saku
lebih berat dari beban kayu yang kupikul di bahu
​Di meja yang penuh dengan laporan dan peta
masihkah ada ruang untuk aroma tanah dan air mata?
Ketika Tuan menandatangani kertas-kertas putih
apakah pena itu sempat bergetar merasakan pedih?
​Aku ingin bertanya tentang arah mata angin
apakah ia masih meniupkan harapan ke gubuk yang dingin?
Atau ia hanya sibuk memutar baling-baling di gedung tinggi
sementara kami di bawah, masih mengeja arti sebuah janji
​Satu lagi, Tuan, sebelum malam benar-benar menutup pintu:
Jika nanti seluruh lampu padam dan sunyi membeku
siapakah yang Tuan peluk dalam doa?
Rakyat yang lapar, ataukah sejarah yang penuh luka?
Karang Anjog, 4 Februari 2026