/ Artikel Sastra

"Penyair Cantik Puisi sekaligus Penyairnya antologi, sama_sama Fiksi" Oleh Rg Bagus Warsono

"Penyair Cantik
Puisi sekaligus Penyairnya antologi, sama_sama Fiksi"
Oleh Rg Bagus Warsono

Membandingkan senyum, tentu siapa yang memandang. Sebab banyak paribahasa tetang cinta. Adakalanya orangnya gundul senyumnya menawan. Sedang di fb ada ibu cantik selalu tampak menampilkan foto senyum ceria tanda kebahagiaan, entah apa maksudnya. Bagi orang yang tak berkepentingan dengan senyum cuma hampa dihati. Sedang mereka yang memaknai senyum tergantung hati diri masing-masing.
Lalu tawa pun penuh makna, apalagi di kalangan 'manusia fiksi. Yang tertawa dan yang melihatnya memiliki makna berbeda-beda. Manusia fiksi tiada lain seperti penyair. Namun jangan salah bila tertawa menjadi sebuah kebiasaan dan gerak reflek seseorang yang slalu ceria. Liat apa saja slalu tertawa.
Satu lagi diam, diam itu emas (di negeri antah berantah) sedang di jawa disebut 'mingkem yaitu mulutnya tertutup. Pendiam tentu bukan emas, tetapi 'diam itu emas. Sebab diam lain arti bila dibanduingkankata 'diam-diam.
Ternyata hal yang belum pasti memang misteri. Di negeri Antah Berantah, dimana sulap dan "bimsalabim" menjadi hal biasa. Sehingga ngomong apa saja jadi. Minimalnya jadi berita. Lalu oleh nenek sihir dijadikan komoditi untuk 'menaikan nilai media dengan 'peningkatan fie keberpihakan. Karena selain iklan promo produk luar negeri juga melayani iklan pariwara. Simsalabim kemudian jadi apa saja.
(rg bagus warsono-03-01-2024)
s200-agus-warsono-59655df43f8bf403e113d062-1