Sebagai komandan Lumbung Puisi ide dari pak RgBagus Warsono memang tidak pernah ada matinya. Selalu ada terobosan kegiatan untuk mewarnai dunia sastra Indonesia. Jika tahun lalu sempat menggelar nominasi buku sastra, di tahun 2026 ini Lumbung Puisi kembali bikin gebrakan dengan tajuk Pameran Nasional Antologi Puisi Sastrawan Indonesia
Tentu saja acara ini bukan sekadar pameran buku atau manuskrip antologi puisi, tapi juga diadakan kurasi terhadap mutu dari isi buku antologi para peserta yang telah mengikut sertakan karyanya. Dalam hal ini Pak Bagus Warsono telah menggandeng kurator yang berkompetensi, kredibel, dan netral. Hal ini ditujukan untuk mencari antologi puisi yang benar benar berkualitas dari berbagai sisi secara obyektif.
Seperti biasa setiap kegiatan yang diadakan LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA XI 2023 bukan sekadar ajang kreativitas tingkat tinggi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi para penyair dari segenap penjuru negeri. Hal ini menunjukkan adanya iklim dunia sastra yang kondusif. Dalam karya para penyair memang bersaing ketat, tapi dalam keseharian tetap senantiasa menjaga tali kekeluargaan. Tentu hal ini merupakan sebuah pemandangan yang menyejukkan di tengah carut marut kehidupan berbangsa yang menyesakkan.
Walau tanpa campur tangan dari pihak pemerintah, Pameran Nasional Antologi Puisi Sastrawan Indonesia ini telah membuktikan bahwa Lumbung Puisi tetap kokoh bergerak memajukan dunia sastra secara organik atau swadaya. Terlepas dari besar kecilnya reward yang disediakan, setidaknya acara acara seperti ini memang patut dipertahankan. Jangan sampai geliat sastra hanya jadi milik penyair ternama, tapi juga perlu mengangkat karya penyair dari berbagai daerah yang belum dikenal secara luas. Sebab bisa jadi dari daerah daerah yang kurang diperhatikan itu justru lahir karya karya besar yang patut dikenal secara luas.
Dengan adanya pameran nasional antologi puisi yang sekaligus jadi ajang silaturahmi para penyair ini akan membuka wacana dan jalan baru bagi dunia sastra Indonesia khususnya bidang puisi. Terlebih apabila buku buku puisi yang masuk nominasi nanti bisa dibedah dan dibaca di hadapan khalayak, tentu akan semakin menambah marak dunia perpuisian di tanah air Indonesia ini.
Blitar, 9-3-2026
Swara Sastra Jawa