Yohanes Moeljadi Pranata
EKUILIBRIUM
i layar kecil
dunia menari tanpa henti -
jempol kita menjadi kompas
yang diarahkan oleh sesuatu
yang tak pernah kita lihat.
Ia tak bersuara.
Tak punya wajah.
Namun ia tahu
apa yang membuat kita berhenti,
apa yang membuat kita marah,
apa yang membuat kita terus tinggal.
Namanya: algoritma.
Ia memberi kita dunia
yang terasa luas -
padahal sesungguhnya
ia hanya lingkaran
yang berputar di tempat yang sama.
Sementara di luar sana
angin masih jujur,
langit tidak pernah memilihkan warna,
dan jalan tanah tak peduli
siapa yang melangkah di atasnya.
Di dunia nyata
tak ada tombol “like”,
tak ada angka pengikut,
tak ada notifikasi
yang menyuruh hati untuk berdebar.
Hanya napas.
Hanya langkah.
Hanya manusia yang kembali
mendengar dirinya sendiri.
Maka jangan tinggalkan dunia maya,
tapi jangan pula tenggelam di dalamnya.
Gunakan ia
seperti pisau di dapur:
cukup untuk memotong,
bukan untuk melukai hidupmu sendiri.
Karena merdeka
bukan berarti pergi dari teknologi,
melainkan mampu berkata:
cukup.
Dan setelah itu
menutup layar,
keluar sebentar,
menyapa matahari -
lalu pulang
sebagai dirimu sendiri.
YMP
Blessings, 6 Maret 2026
.