Pada tahun 1980-an Sastrawan Angkatan '66 masih mengirim karya-karyanya di media cetak koran seperti Wijati, Danarto, LK Ara, Rendra, Abdul Hadi WM, Piek Ardijanto Soeprijadi, dll, disusul kemudian generasi berikutnya yang pada akhir tahun 70-an dan awal tahun 80-an mereka masih muda dan masih kuliah tokoh-tokohnya seperti Arief Joko Wicaksono , Joko Punirbo, Acep Zamzam Noor, Isbedy ZS Stiawan, Wawan Hamzah Arfan , Nanang Ribut Supriyatin, Nanang Suryadi, Ulfatin Ch, Ahmadun Yosi Herfanda , Beni Setia, Widji Tukhul, Toto St Radik, Bambang Widiatmoko, dll. Tahun-tahun inilah yang penulis sebut sebagai "Angkatan Pasca '66".
Setelah itu di awal tahun 90-an sampai dengan 1998 muncul penyair-penyair berikutnya, jumlahnya pun begitu banyak dan hampir ada di setiap kota-kota kabupaten/kodya. Mereka juga hampir nyaris tak ada beda dalam penampilan, tetapi akan beda bila melihat tahun-tahun terbit karyanya. Sastrawan awal tahun 1990 hingga 1998 ini sering disebut angkatan 2000 sedang penulis menyebutnya "Angkatan Reformasi".
Salah satu contoh dari ratusan angkatan reformasi itu misalnya dari Cianjur mas Ence Sumirat berikut
kliping-Ence-Sumirat