Endut Ahadiat
Ngarai Sianok
Di Bukittinggi yang megah, ngarai Sianok terbentang,
Lembah hijau nan elok, alam yang tiada tanding,
Dinding batu menjulang , menjaga rahasia zaman,
Puisi alam indah, dalam bisikan angina malam.
Sungai Sianok mengalir, berliku di dalamnya,
Sebagai saksi bisu, perjalanan waktu yang panjang.
Gunng Singgalang menjaga, seperti penjaga setia,
Pemandangan ngarai Sianok, sungguh mempesona hati kita.
Pohon-pohon merunduk, menari di atas tebing,
Mengiringi nyanyian burung, diu dalam pagi cerah.
Di malam hari bintang-bintang bersinar dalam senyap,
Ngarai sianok pesona alam yang takkan pernah pudar.
Bukittinggi kota yang gemilang di kaki ngarai Sianok
Tempat di mana alam dan sejarah berpadu.
Keindahan ngarai Sianok selalu dalam ingatan kita.
Bukittinggi 3-9-23

*Endut Ahadiat, adalah sastrawan Indonesia lahir di Bandung, 14 November penyair ini tingal di Padang karyanya berjudul Akulah Darah yang Mengalir di Nadimu dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia *