A.S. Darsa
MENGULANG-ULANG KEMARAU
sore selalu singgah sebelum senja selesai
saat itu sepasang langkah kita saling susul menyusul sepanjang semak
sungai sesekali sembunyi di sela batu
dan kau tersenyum ketika sandalmu penuh lumpur
sesederhana itu
sore terasa panjang
setelah sekian musim aku kembali
sungai surut, semak semakin sedikit
suara serangga berpindah ke bagian hutan
yang belum disentuh mata gergaji
aku berdiri sendiri di tepi sungai
ketika matahari tepat di atas kepala
dan aku baru tahu
pohon-pohon yang dulu menaungi kita
kini berdiri sebagai kusen
menyangga rumah orang lain
sementara kita
bahkan tak lagi punya tempat untuk berteduh
*— a.s. darsa *