Osratus

PROTES DI PARAU KEMARAU

"Suara kemarau makin parau, diriku
Terasa panas, dengus napasnya
Menyala tenggorokannya
Menyimpan bara di perutnya
Daun kering
sudah kaupindahkan dari piring
mengapa lidah apinya
menjulur ke muka
ke belakang ke samping,
mengapa ia muntahkan api?
Hutan terbakar begitu mudahnya
Kau dan aku tercekik rasa panik,
angin tertawa sambil jungkir balik."

*Sorong, 01-09-2026 *